RSS

Rohingya... Fakta Dan Pembohongan Media Tentang Pembunuhan Di Arakan




Banyak pihak yang resah akan berita pembantaian Umat Muslim di Birma yang di beritakan dengan foto2 yang ternyata adalah HOAX Berita ini bahkan disebarkan oleh website-website pro ISLAM yang notabenenya adalah Islam garis keras .

Kami menduga hal ini dilakukan untuk menggalang dana donasi, ajakan Jihad dan membuat suasana harmonis antar agama di Indonesia supaya HANCUR

Gambar 1: Di beberapa website/Media PKS dikatakan ini adalah korban pembantaian biksu budha terhadap Umat Muslim bahkan anak-anak tidak luput dari pembantaian ini, padahal FAKTANYA adalah: Ini adalah foto saat para biksu sedang membantu korban bencana alam di China, beberapa waktu lalu.

burma 1
Hoax disebarkan oleh penghasut Voa-islam.com

Gambar 2: Disebarkan bahwa orang di foto ini telah tewas saat dirinya sedang membela kepentingan ISLAM di birma, ternyata FAKTA kenyataannya adalah: Orang tersebut beragama budha dan masih hidup sampai saat ini.

Kiri hoax, kanan FAKTAnya




Kiri hoax, kanan FAKTAnya

Gambar ke 3: Rangkaian foto ini katanya ini adalah salah satu foto mengenai pembantaian para pria muslim di Birma INI ADALAH HOAX, sebenarnya ini adalah kejadian tahun 2004 di thailand demonstrasi anarkis Islam garis keras yang ditahan pihak berwajib di thailand, dan sama sekali tidak ada yang di bunuh atau terluka parah di kejadian ini.
burma 3
burma 5
HOAX ala VOA-ISLAM yang ingin menyulut perpecahan umat beragama di Indonesia




HOAX ala VOA-ISLAM
yang ingin menyulut perpecahan umat beragama di Indonesia
burma 8


FAKTA TIDAK ADA YANG MATI TAPI DITANGKAP

burma 7

FAKTA TIDAK ADA YANG MATI TAPI DITANGKAP

burma 9

FAKTA TIDAK ADA YANG MATI TAPI DITANGKAP

Gambar 4: foto dibawah dikatakan sebagai perang antar umat beragama di birma (Budha vs ISLAM) padahal kenyataannya ini adalah kejadian demonstrasi di thailand tahun 2007 karena KENAIKAN BBM.
FAKTANYA : kejadian demonstrasi di thailand tahun 2007 karena KENAIKAN BBM.

FAKTANYA : kejadian demonstrasi di thailand tahun 2007 karena KENAIKAN BBM.

Gambar 5: DIkatakan juga ini adalah foto korban pembantian di burma oleh para biksu terhadap umat muslim, padahal sebenarnya ini adalah kejadian tahun 2007 disaat seorang penganut Jihad ISLAM melakukan pengeboman bunuh diri di sebuah wilayah di burma timur yang padat penduduk, korbannya bukan hanya muslim tapi juga umat budha.

BIRMA 2
FAKTANYA: padahal sebenarnya ini adalah kejadian tahun 2007 disaat seorang penganut Jihad ISLAM melakukan pengeboman bunuh diri di sebuah wilayah di burma timur yang padat penduduk, korbannya bukan hanya muslim tapi juga umat budha.


Gambar 6: voa-islam menuliskan ini adalah korban pembakaran hidup-hidup umat muslim di burma, padahal ini adalah foto korban terbakarnya kilang minyak di Kongo tahun 2010
Gambar 7: lagi Fitnah yang beredar disebarkan media penyebar fitnah mengenai jenazah pembantaian umat muslim di birma, padahal ini adalah foto korban bencana alam (badai Nargis di tahun 2008)
FAKTANYA: padahal ini adalah foto korban bencana alam (badai Nargis di tahun 2008)


FAKTANYA: padahal ini adalah foto korban bencana alam (badai Nargis di tahun 2008)
Gambar 8: Foto yang disebarkan sekali lagi oleh voa-islam, yang mengatakan para biksu sedang mempersiapkan pembakaran masal untuk menghilangkan bukti pembantaian mereka di birma, yang F

AKTANYA adalah para biksu YANG SEDANG MENGUMPULKAN MAYAT KORBAN BENCANA ALAM DI CHINA.
FAKTANYA: para biksu YANG SEDANG MENGUMPULKAN MAYAT KORBAN BENCANA ALAM DI CHINA.

FAKTANYA: para biksu YANG SEDANG MENGUMPULKAN MAYAT KORBAN BENCANA ALAM DI CHINA.

Pesan kami untuk seluruh keluarga Anti Faker Indonesia, bantulan kami untuk menyebarkan FAKTA dari berita yang disebarkan yang dapat menyulut keharmonisan umat beragama di Indonesia, karena kami banyak menerima permintaan Verifikasi ini dari hampir 80an email dan hampir 300 pesan di FP kami.

Salam damai, salam persatuan.
(WES-Anti Faker Indonesia)






 ,
Continue Reading... Labels: , ,


Pusat Tarbiah PAS Di Tembak Secara Rambang!



Kota Bharu: Kira-kira 20 pelanggan sebuah gerai makan lari lintang- pukang selepas seorang lelaki dipercayai berada di bawah pengaruh dadah tiba-tiba melepaskan beberapa das tembakan dalam kawasan Pusat Tarbiah PAS di Rantau Panjang, tengah malam kelmarin.

Dalam kejadian kira-kira jam 12.30 tengah malam itu, suspek dikatakan berbuat demikian selepas berang dengan seorang pemilik kedai makan yang memarahinya kerana melanggar kereta milik seorang pelanggan.

Bagaimanapun, tiada kecederaan dilaporkan.
 
Ketua Polis Kelantan Datuk Mazlan Lazim berkata, sebelum itu, suspek yang memandu kereta Subaru masuk ke dalam kawasan berkenaan sebelum terlanggar sebuah kereta Proton Saga seorang pelanggan.

Akibatnya, seorang peniaga lelaki di gerai makan berusia 49 tahun menjerit sebelum membaling batu sehingga menyebabkan cermin kereta suspek pecah. Suspek yang berang lalu melepaskan beberapa das tembakan ke udara.

“Pada masa sama kira-kira 20 pelanggan bertempiaran lari untuk menyelamatkan diri.

“Selepas itu suspek mencuri tiga telefon bimbit yang ditinggalkan pelanggan di kedai makan itu sebelum melarikan diri,” katanya di sini, semalam.

Beliau berkata, suspek berusia 40 tahun itu, bagaimanapun berjaya ditahan enam jam kemudian di rumah keluarganya Pasir Mas, kira-kira jam 7 pagi semalam.

Katanya, polis turut menemui kelongsong peluru jenis ‘ball bearing’ dengan menggunakan pistol tiruan dari negara jiran di lokasi kejadian.

“Kami masih menjalankan siasatan lanjut termasuk motif sebenar kejadian itu dan suspek ketika itu dipengaruhi dadah jenis methampetamine.

“Kes disiasat mengikut Seksyen 3 Akta Senjata Api (Penalti Lebih Berat) 1971, Seksyen 379 Kanun Keseksaan dan Seksyen 448 Kanun Keseksaan,” katanya.




.
Continue Reading... Labels: , , ,


Mat Sabu Setuju Najib Kekal Sebagai PM



SHAH ALAM – Timbalan Presiden Pas, Mohamad Sabu turut menyatakan sokongannya supaya Datuk Seri Najib Tun Razak kekal sebagai Perdana Menteri.

Beliau berkata, Najib perlu menyelesaikan masalah yang timbul bukannya berundur melepaskan diri dari masalah tersebut.

Mohamad atau lebih dikenali sebagai Mat Sabu berkata demikian ketika mengulas mengenai kenyataan Presidennya, Datuk Seri Abdul Hadi Awang yang mahu Najib kekal menerajui negara.

“Saya setuju apa yang Ustaz (Abdul) Hadi katakan.

“Beliau (Najib) kena hadapi rakyat untuk selesaikan masalah yang timbul,” katanya.

Menurut Mohamad, adalah lebih baik PRU dipercepatkan dan tidak ditangguh bagi membolehkan rakyat membuat pilihan.
 
 
 
 
 
 
.
Continue Reading... Labels: , ,


Share It

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Blog List 1

Posting Terkini

Total Pageviews

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors